•  
  • Perpustakaan IAIN Antasari
Rabu, 22 Oktober 2014 - 09:41:20 WITA
Rektor Resmikan Perpustakaan Digital
Diposting oleh : Akhmad Syaikhu
Kategori: Perpustakaan - Dibaca: 2562 kali

Satu lagi capaian keberhasilan menandai kemajuan Pusat UPT Perpustakaan di dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka, yaitu dengan diresmikannya perpustakaan digital sekaligus peluncuran website baru perpustakaan oleh Rektor IAIN Antasari pada Jum’at 20 Oktober 2014 usai upacara bulanan di lingkungan IAIN Antasari. Dengan perpustakaan digital ini memungkinkan pemustaka menelusuri sumber-sumber referensi dari karya-karya yang telah dihasilkan oleh IAIN Antasari seperti skripsi, tesis, disertasi, karya penelitian, jurnal ilmiah, dan sebagainya melalui jaringan lokal dan internet.
Rektor IAIN Antasari, Prof Akhmad Fauzi Aseri, MA di dalam sambutannya dihadapan wakil Rektor, Pimpinan Lembaga, pimpinan Fakultas, dan karyawan perpustakaan pusat menyatakan dukungannya atas upaya yang dilakukan perpustakaan melakukan kegiatan digitalisasi koleksi . Ia menghimbau agar semua bagian juga melakukan evaluasi dan penataan guna melakukan perubahan ke arah yang semakin baik.
Rektor juga mengemukakan pentingnya digitalisasi bahan pustaka dalam kontes pelestarian. Ia mengingatkan bahwa dulu perpustakaan IAIN Antasari pernah mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan 13.334 judul buku dan 56.443 eksemplar. Hampir 90 persen koleksi tidak bisa diselamatkan lagi dan akibatnya 700 orang mahasiswa terhambat dalam proses menyelesaikan skripsinya. Lebih memprihatinkan lagi adalah koleksi-koleksi langka dalam kajian tasawuf yang merupakan koleksi terbesar dan terlengkap di tanah air juga terbakar. Peristiwa ini menjadi alasan penting bagi program digitalisasi seperti yang dilakukan oleh Pusat UPT Perpustakaan saat ini.
Usai meresmikan peluncuran website perpustakaan dan perpustakaan digital Rektor dan jajaran pimpinan melakukan ujicoba penelusuran.
Sementara itu Kepala Pusat UPT Perpustakaan Akhmad Syaikhu, S.Ag, SS, MSI menyampaikan tiga hal penting yang mesti diwujudkan oleh perpustakaan sebagai skala prioritas, pertama otomasi terpadu antara perpustakaan pusat, fakultas dan bagian-bagian yang masih berjalan sendiri-sendiri. Kedua, program digitalisasi koleksi untuk karya-karya ilmiah yang dihasilkan oleh lembaga IAIN Antasari sebagai institutional deposit repository, termasuk pula digitalisasi koleksi khas Islam Kalimantan yang dihasilkan oleh para ulama dan ilmuwan lokal serta naskah-naskah langka. Ketiga, pengembangan jaringan kerjasama antar perpustakaan dalam skala regional, nasional dan internasional. Namun untuk yang ketiga menurutnya, Perpustakaan IAIN Antasari lebih awal harus benar-benar menyiapkan dua hal yang pertama. Akhmad Syaikhu juga mengharap pimpinan IAIN Antasari mendorong para dosen dan peneliti mempublikasikan karyanya melalui perpustakaan digital. "Karya-karya penelitian yang tidak dipublikasikan tidak akan bermanfaat", ungkapnya.


0 Komentar :